Postingan ini berisis kekesalanku tentang mengurus KTP. Aaaaaaaaaa!!!!!!!!
Kemarin malam, aku pergi ke pak RT buat minta surat pengantar ngurus KTP. Setelah menunggu bu RT nya nulisin, akhirnya aku sudah mendapatkan surat pengantar buat ngurus KTP, sampai melewati tahap Pak RT, all free!
Sama Pak RT, saya nanya tentang tahap selanjutnya dan disuruh untuk meminta tanda tangan dari RW. Finally, aku merujuk ke balai RW di tempatku. Semua aku lalui dengan jalan kaki mulai dari ke rumah pak RT sampai ke balai RW on foot kabeh. Sampai disana, pelayanannya pun sip banget, langsung dilayani, gak pake basa-basi. Nah trus di pojok meja, aku liat ada semacam kayak kotak yang intinya celengan. Aku sungkan banget aku gak ngasih apa-apa, apalagi orang yang di sebelahku sudah ngijir-ngijir duit sebagai pertanda mau ngasih ceperan ke petugasnya. Gak popo bondo isin asal gak ndongkol nang mburi. Hehehehe…
Ya…segitu saja tahap yang aku lalui sampai tadi malam yang berlanjut pada siang ini. Oh ya, sampai tahap Pak RW, semuanya gratis.
Akhirnya siang ini tahapan mbikin KTP berlanjut, dengan mengorbankan absen di mata kuliah GB2, aku pun mulai ke tahap kelurahan. Gak berbelit-belit, di situ ngurus dengan mudah dan mulai dikenakan biaya, katanya sih biaya administrasi, karena dua orang (yang ngurus KTP aku sama mbakku, aku bgurus baru, mbakku ngurus perpanjangan) maka dikenakan biaya Rp 5.000,-. Yah segitu…akhirnya tinggal minta tanda tangan Pak Lurah, langit pun mulai gerimis.
Muangkel banget mendengar berita kalau Pak Lurah lagi rapat. Apaaaaaaaaaa??????? tapi gak beberapa lama, ternyata sudah ditandatangani kok dan itu pun cuma sebentar. Emosiku dah lumayan mereda.
Setelah melewati tahap kelurahan, akhirnya aku harus ke final step, yakni tahap kecamatan. Karena jarak kantor kelurahan dengan kantor kecamatan gak jauh, ya langsung aja. Sampai disana tenyata kantor kecamatan yang ngurusi beginian lagi istirahat. Hmmmm…..yaweslah…ntar balik lagi jam dua karena ini masih jam 12.
Setelah minum, ngerjain tugas de-es-be, akhirnya aku balik lagi ke kantor kecamatan. Disana sepi…jadi enak, langsung. Tapi uniknya, baru saja ngasih berkas-berkasnya, langsung disuruh bayar, seperti di kelurahan tadi, karena dua orang kena biaya Rp 20.000,-.
Semuanya berjalan mulus sampai akhirnya…. Continue Reading »